Hyperhidrosis adalah terjadinya keringat yang berlebih umumnya terjadi di bagian tangan, kaki dan ketiak. Perawatan dan pengobatan yang terbaik untuk tangan dan kaki yang berkeringat atau hyperhidrosis adalah secara alami, dimana dengan pengobatan secara alami efek samping yang terjadi hampir tidak ada. Ada beberapa penyebab tangan dan kaki berkeringat, pemicu secara umum adalah stress atau berada pada tempat dengan suhu yang dikategorikan panas dan lembab. Untuk mengatasi hal tersebut secara alami misalnya dengan memakai penyerap atau untuk kaki yang berkeringat pakailah sepatu dengan ventilasi udara yang baik.

Tangan dan kaki yang selalu berkeringat dapat sangat mengganggu bagi seseorang. Terutama apabila berkeringat secara terus menerus atau bahkan sampai mengucur. Keringat yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi dan juga tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan organ-organ vital penting yang memang memerlukan air dalam bekerja dapat terganggu apabila tidak dibarengi dengan minum air yang banyak.
Pengobatan hyperhidrosis umumnya dengan menggunakan sejenis lotion, suntikan atau bahkan pembedahan. Akan tetapi beberapa jenis obat tablet juga dapat mengurangi keringat yang keluar berlebihan ini. Pengobatan yang manjur dan sering diandalkan adalah dengan obat anti kolinergik yaitu metode menghambat reaksi kimiawi antara serabut syaraf dengan kelenjar keringat. Akan tetapi terapi obat-obatan ini dapat mengganggu fungsi kerja dari organ tubuh lainnya. Atau dengan kata lain efek samping obat-obat an ini adalah mulut kering, penglihatan menjadi kabur, perut kram, sembelit dan kesulitan buang air kecil. Pengobatan dengan cara ini juga sangat berbahaya untuk penderita glaucoma. Dosis yang digunakan biasanya dimulai dengan dosis kecil dan bertahap ditingkatkan dosisnya.

Antiperspirant
Antiperspirant yang paling efektif adalah aluminium chloride 20-25% dalam 70-90% alcohol, biasanya dipakai dimalam hari 2- 3 kali per minggu. Secara umum perawatan ini cukup untuk kasus-kasus hyperhidrosis dengan tingkat menengah, walaupun harus diulang secara teratur. Antiperspirant sebenarnya berbeda dengan deodorant, antiperspirant digunakan untuk menghambat keringat keluar sedangkan deodorant untuk mengurangi bau yang berhubungan dengan pengaruh antibacterial.

Penghisapan kelenjar keringat
Teknik penghisapan kelenjar keringat merupakan teknik yang tergolong baru. Teknik ini pada awalnya diadopsi dari teknik sedot lemak. Pasien yang menjalani pengobatan ini awalnya dibius local pada daerah kelenjar keringat (ketiak) untuk kemudian diangkat/diambil kelenjar keringatnya secara permanen dengan metode yang mirip dengan metode sedot lemak. Keseluruhan prosedur pengobatan tersebut membutuhkan kurang lebih 60 – 90menit.

Iontophoresis
Metode perawatan ini sangat dianjurkan untuk penderita hyperhidrosis pada tangan dan kaki. Tangan dan kaki diletakkan didalam air dengan dialiri listrik D/C 15-18A. Aliran listrik dialirkan naik secara bertahap sampai pasien merasakan kesemutan ringan. Perawatan ini dilakukan selama 10 – 20 menit. Umumnya perawatan ini harus diulang jika gejala berkeringat timbul kembali. Perawatan ini juga diperuntukkan bagi pasien penderita hyperhidrosis ringan sampai menengah. Metode perawatan ini sangat menyita waktu dan tidak nyaman untuk dilakukan, terutama untuk daerah ketiak sangat sulit dilakukan.

Botox
Perawatan lainnya adalah dengan menggunakan Botulinum Toxin type A (Botox). Penggunaan Botox telah disetujui oleh FDA badan pengawasan makanan dan obat-obatan dari USA pada tahun 2004 untuk perawatan pada kondisi keringat yang berlebihan cenderung parah didaerah ketiak. Botox adalah salah satu racun yang mematikan karena dapat mengganggu asetilkoline pemancar sinapsis pada sel syaraf akan tetapi dalam dosis rendah dapat mengurangi penghantaran impuls sehingga dapat mengurangi aktivitas berkeringat. Prosedurnya, botox dengan dosis kecil disuntikkan ke daerah ketiak dimana terdapat kelenjar keringat yang merangsang terbentuknya keringat. Pengaruh suntikan botox ini dapat bertahan hingga 2 – 6 bulan, namun terkadang bisa bertahan hingga 12 bulan tergantung dari kondisi pasien tersebut. Perawatan tersebut harus diulang secara terus menerus untuk menekan kelenjar keringat tersebut berproduksi. Efek samping dari pengobatan tersebut adalah nyeri akibat suntikan dan gejala-gejala mirip flu. Botox sering digunakan untuk daerah ketiak dengan daerah yang tidak begitu luas dan jarang digunakan untuk daerah tangan dan kaki karena efek samping yang dapat ditimbulkannya yaitu dapat menyebabkan kelemahan sementara pada tangan dan otot kaki.

Endoscopic Thoracic Sympatectomy (ETS)
Pengobatan jenis ini adalah dengan teknik operasi dimana syaraf yang mengirimkan sinyal ke kelenjar keringat untuk berkeringat dipotong atau dihilangkan. Pengobatan jenis ini sangat berisiko karena apabila syaraf tersebut dipotong maka pengontrolan suhu tubuh tangan, kaki atau ketiak akan menjadi sangat kering. Prosedur operasi akan makan waktu sekitar 30 menit dengan kondisi bius total. Pada tahun 2003 ETS dilarang di Swedia karena pasien yang menjalani pengobatan ini kebanyakan menjadi cacat, hal tersebut dikonfirmasi oleh dinas kesehatan teknologi FinOHTA bahwa penyebab cacat tersebut diindikasikan akibat dari operasi.

Obat anti kolinergik glycopyrrolate
Obat umum yang dipakai untuk mengatasi hyperhidrosis, walaupun tidak diketahui efek samping yang dapat terjadi. Obat ini dapat mengurangi keringat yang berlebihan di daerah local.

Formalin
Berguna untuk daerah berkeringat didaerah telapak kaki. Formalin akan mengeraskan kulit dan dapat menghalangi keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat sampai ke permukaan kulit.